Banyak orang mengeluh sakit ini dan sakit itu, banyak pula alasan yang dikeluhkan tanpa dasar. Dan memang kebanyakan mengeluh tanpa tahu dimana akar permasalahannya.
Tak heran, karena memang setiap orang punya basic literasi yang berbeda-beda tentang kesehatan. Hal ini juga terbentuk dari culture atau kebudayaan di tiap-tiap daerah, latar belakang keluarga dan pendidikan, tingkat ekonomi dan masih banyak lagi faktor lainnya.
Namun lepas dari semua yang melatar belakangi budaya mengeluh dan mencari obat ini, pada akhirnya kembali lagi kepada individu itu sendiri. Sejauh mana keinginannya untuk tetap aktif dan produktif di usia senja.

Tujuan Merawat Diri
Jika bicara tentang komitmen, maka tak akan jauh-jauh dari sebuah pondasi yang bernama tujuan. Jadi sekarang mari jujur pada diri sendiri, apa sih tujuan merawat diri itu?
Saya pribadi dulunya adalah seseorang yang kurang peduli tentang apa itu pola makan sehat, pola hidup sehat dan pola pikir sehat. Mungkin karena faktor usia dimana saat itu baru di umur 20-30 tahun.
Namun seiring dengan hoby saya yang senang belajar banyak hal, maka literasi dan pengetahuan saya pun bertambah. Wawasan menjadi terbuka lebar, sehingga mempengaruhi persfektif atau cara saya memandang pentingnya kesehatan.
Meskipun dari kecil saya memang sangat cinta olahraga, dan tak bisa hidup tanpanya. Namun saya punya kebiasaan buruk, semua makanan di sikat, alias doyan makan. Oh iya, berat badan saya selalu stabil meskipun begitu.
Baca juga : Tips Berkomunikasi yang Baik dengan Anak Laki-laki
Jadi ketika sudut pandang saya sudah berubah, maka saya pun berkomitmen untuk tetap aktif dan produktif di usia 50 tahun ke atas nantinya. Saya mau hidup seperti beberapa orang lansia terkenal yang hingga hampir kepala 6 namun masih aktif jalan-jalan dan olahraga. Menikmati indahnya masa tua.
Maka saya pun meletakkan kesehatan sebagai prioritas utama. Sehingga berbagai kebiasaan pun mulai saya rubah dan saya manage ulang.
Upaya Menjaga Kesehatan Melalui Body Reset
Salah satu hal yang pertama kali saya lakukan ketika sadar betapa berharganya kesehatan saya adalah self body reset. Saya ingat waktu itu umur saya baru 31 tahun, ketika saya menemukan ceramah seorang dokter yang senang berdakwah.
Dari situ, saya yang memang suka bereksplorasi nekat mencoba tantangan tersebut. Awalnya, selama seminggu saya akan benar-benar skip semua jenis makanan yang sebenarnya tak baik bagi tubuh. Saya tidak makan beras putih, tidak makan gula pasir, tepung dan semua produknya, susu maupun jenis kolesterol tak sehat lainnya.
Saya kembali hanya mengonsumsi Real food seperti semua jenis rebusan, ubi, singkong, jagung, pisang. Segala jenis lauk pauk yang hanya ditumis dan direbus, camilan saya pun hanya buah dan kacang-kacangan. Tak ada lagi goreng-goreng dan puding, apalagi cake dari tepung dan margarine.
Gampang? Oh tentu saja tidak bestieee. 2-3 hari pertama rasanya seperti orang sakit, tapi tidak sakit. Badan terasa lemas dan agak gemetar hingga hari kedua, hari ketiga terasa lapar melulu. Padahal tiap lapar saya makan semua jenis makanan sehat tadi, namun saya juga ingat bahwa itulah bentuk kecanduan gula yang sedang saya coba hilangkan.
Akhirnya di hari keempat, tubuh sudah bisa beradaptasi. Hari ke tujuh terasa ringan dan luar biasa positif. Dan tanpa sadar saya pun ingin mencoba selama sebulan.
Beberapa supply nutrisi alami pun saya konsumsi rutin, minum air kelapa muda+jeruk lemon+madu segelas sehari, atau minum jahe, kunyit, sereh, lemon yang dicampur madu dan air hangat.
Setelah sebulan, rasanya badan saya ada perubahan. Entah kenapa kulit saya terlihat mulai ada perubahan, lebih bersih meskipun tak putih-putih amat. Dan entah bagaimana hal ini berlanjut hingga kurang lebih 1,5 tahun lamanya.
Benefit Yang Luar Biasa
Lalu apa hasilnya dari body reset tadi? Sungguh di luar dugaan saya. Dari yang awalnya hanya ingin coba-coba, berakhir dengan syukur yang luar biasa.
Apa itu? Beberapa bulan menjalani body reset, tanpa sadar tiap kali saya haid ternyata tak ada indikasi apapun, Tak ada nyeri punggung, nyeri perut, pusing atau keluhan lainnya. Darah haid keluar begitu saja tanpa indikator.
Selain itu, tulang cenat-cenut di saat musim dingin atau saat kelelahan pun entah hilang kemana. Lenyap begitu saja. Dan yang lebih membuat saya bersyukur adalah, kulit saya jadi sangat sehat, kuku-kuku mengkilat bak habis dari spa. Rambut jadi hitam dan sehat, warna bibir mulai berubah cerah (memang dari dulu tidak suka lipstik).
Secara keseluruhan metabolisme tubuh saya pun benar-benar di normalkan. Bahkan ada lagi yang membuat saya tak habis pikir, badan saya tak mengeluarkan bau apapun meskipun berkeringat di tempat gym. Padahal tak menggunakan deodorant, karena memang sejak body reset badan saya sangat sensitif terhadap bahan-bahan kimia.
Dalam hati, di saat saya tuliskan ini saya pun tak hentinya bersyukur akan sehatnya tubuh dan pikiran saya karena efek body reset yang pernah saya jalani.
Oh iya, setelah 1,5 tahun itu, saya kembali menjalani pola makan dengan beras merah organik dicampur beras putih (perbandingan 1kg beras merah organik dan 9 kg beras putih) sesuai aturan pakai. Namun jenis makanan yang sesuai kebutuhan nutrisi tetap wajib, dan tetap, semua jenis gula pasir dan tepung di minimalisir dengan konsumsi sesekali dan porsi sedikit, serta olahraga beban secara teratur.
Konsisten Pasca Body Reset
Sebenarnya ketika saya lakukan body reset, seluruh anggota keluarga pun saya paksa untuk ikut menjalaninya. Meskipun awalnya mereka berat, namun dengan memberikan edukasi yang mudah dipahami, merekapun manut.
Alhasil, ketika covid melanda di 3 bulan pertama, dimana vaksin dan obat belum ditemukan, alhamdulillah, tidak seorang pun anggota keluarga saya yang terkena. Hanya flu biasa dan tetap lari sana-sini.
Ketika anak kedua saya alergi parah, saat itu wajahnya melepuh, dimana dokter sudah memperingatkan tak bisa dengan obat lagi. Maka saya terapkan lagi body reset dan alhamdulillah, 8 hari kemudian tubuhnya membaik sendiri. Kulitnya pun akhirnya mulus lagi.
Atau ketika ibu saya selama setahun lebih tak bisa menekuk lututnya, karena masalah tulang. Saya terapkan juga body reset ini, alhamdulillah, tak jadi operasi dan ganti tulang lutut. Ibu saya sembuh dan hingga kini aktif olahraga serta menjaga pola makan. Diet nutrisi sehat.
Baca juga : Sakit Tulang Ibuku yang Tak jadi dioperasi, malah sembuh total
Bahkan, beberapa orang teman kantor saya pun akhirnya mengikuti pola yang saya gunakan, dan mereka pun bersyukur sampai saat ini sudah merasakan efeknya yang luar biasa. Tanpa obat!
Mereka bilang haid lancar tak ada nyeri lagi, kulit jadi tak berjerawat lagi, lebih glowing, atau bahkan lingkar pinggang mengecil dengan kualitas kesehatan yang lebih baik.
Nah, Konsistensi dalam merawat diri ini juga sangat penting setelah komitmen. Karena ini akan menjadi jaminan bagi keberlangsungan kehidupan yang lebih baik tentunya.
Saya berharap anda pembaca budiman juga bisa lebih bijak dalam menjalani hidup. Tubuh adalah anugerah tuhan yang tak terhingga. Apalah arti uang banyak tapi ada organ tubuh yang rusak, pada akhirnya habis untuk berobat.
Mengatur pola makan itu penting, bukan membatasi, tapi memilih mana yang benar-benar di butuhkan tubuh. Mengatur pola pikir juga penting, jangan terbiasa berfikir negatif dan terlalu peduli urusan orang lain. Berfikirlah positif selalu.
Olahraga apalagi, sangat penting. Dengan olahraga tubuh akan dijaga metabolisme nya agar tetap normal. Ketika tubuh kita dilatih, maka fungsi-fungsinya akan bekerja dengan normal, sehingga berpengaruh pada perbaikan kulit, rambut, dan imunitas tubuh.
Jangan terfokus pada “olahraga supaya langsing atau kurus”, karena jika sudah rutin olahraga dan menjaga pola makan, langsing itu adalah bonus yang akan datang sendiri.
Terakhir kata bang Ade Rai, jika ada yang bilang “Ga apa-apa ga olahraga asalkan sehat” maka itu sama dengan “ga apa-apa ga kerja, yang penting jadi kaya Raya”, Mustahil!
Jika ada yang ingin diskusi tentang body reset yang pernah saya jalani, silahkan tinggalkan komentar ya.
Jadi kapan nih pembaca budiman akan berubah ke arah yang lebih sehat?

Tinggalkan Balasan ke Tips Sehat Menyembuhkan Diri Sendiri, Catat! – My Unique-Lab Batalkan balasan