Menjadi dewasa adalah pilihan, karena siapapun pasti menjadi tua. Lalu apa kaitannya dengan tidur siang? Ah sebenarnya pasti banyak yang langsung sadar kok, tidur siang itu sangat mahal harganya saat ini, ketika sudah tumbuh dewasa.
Jangankan tidur siang, kadang tidur malam saja rasanya susah nyenyak. Banyak sekali hal-hal yang tiba-tiba muncul ketika mata mulai terpejam. padahal malam adalah waktunya tubuh istirahat dari sibuknya kehidupan.
Ketika Masa Kecil Dipaksa Tidur siang
Yang tahun 90an ke bawah angkat tangan! Karena kita sama, ketika masa kecil dipaksa tidur siang tapi kita membangkang. Ya, berhasil melarikan diri ketika jam tidur siang adalah kebanggaan.
Seakan itu adalah prestasi berharga yang masih kita simpan baik-baik hingga hari ini. Saya ingat betul ketika zaman SD, sepulang sekolah diberi perintah oleh ibu : ganti baju, cuci kaki tangan, wudhu, shalat, makan dan tidur siang.
Tentu saja, semua saya lakukan kecuali tidur siang. Ternyata, bayangan teman-teman bermain yang sudah menunggu di bawah pohon mangga, atau di tepi kali mengusik kepala. Harus berhasil melarikan diri dan bergabung di sana.
Dan dengan bangga saya diam-diam lompat jendela, kemudian mengambil langkah seribu dalam lelapnya tidur siang ibu saya. Ah, semenyenangkan itu, tanpa beban, tanpa pikiran. Dan malamnya kelelahan, lalu tidur dengan tenang.
Realita Menjadi Dewasa
Realita menjadi dewasa tak sesuai bayangan saya ketika kecil. Saat itu saya kesal disuruh tidur siang, karena berfikir “kenapa harus tidur siang? Enak ya jadi orang dewasa main perintah-perintah saja.”
Faktanya, ketika dewasa, tidur siang menjadi sesuatu yang sangat mahal harganya. Tidur malam seakan menjadi tebak-tebakan dengan suara “bisa tidur nyenyak ga ya?”
Bahkan saking inginnya menikmati tidur siang, ketika libur ngantor pun saya lebih memilih guling-guling di kasur daripada pergi berlibur.
Saya paham sekarang, menjadi dewasa artinya mengambil tanggung jawab dalam banyak hal, mengisi kepala dan pikiran dengan banyak rencana dan kejadian. Belajar mengatur banyak hal dan menyikapi berbagai persoalan.
Dan itu terbawa dalam alam tidur, terpampang jelas saat mata mulai terpejam, sedikit menyiksa dan akhirnya berbisik sendiri “ingin rasanya kembali ke masa itu, ketika dipaksa tidur dengan ancaman sapu”.
*Untuk ibuku, yang dulu selalu khawatir ketika anaknya hilang dari siang hingga petang baru pulang. Hari ini aku tau rasanya menjadi seorang ibu.


Tinggalkan komentar