Kerja Serasa kuliah, hari ini memang seperti itu. Ketika tugas dinas yang saya jalani justru menjadi ruang kuliah untuk belajar langsung dari para ahlinya.

Belajar di Ruang Kelas
Ah saya jadi ingat masa-masa ketika kuliah dulu, di awal-awal jadi PNS. Berat meskipun awalnya saya ikuti dengan penuh semangat. Karena harus memikirkan rumah, pekerjaan dan tentu saja kuliah di waktu yang sama.
Saya tidak akan menyangkal bahwa saat itu, betapapun berusahanya saya untuk semangat, tetap saja kalah oleh rasa lelah. Belum lagi dengan dosen yang monoton dalam menjelaskan.
Wajar sih sebenarnya, namanya juga mahasiswa. Bukankah belajarpun harus mandiri, harus bisa baca buku sendiri tanpa di komando dosen. Tapi apalah daya, ruang kelas terasa seakan sangat membosankan dan melelahkan.
Belajar Sambil Bertugas
Namun itu jauh berbeda di masa sekarang, saat saya di tunjuk menjadi anggota sekretariat salah satu bagian di kantor. Khususnya untuk pemeriksaan notaris.
Banyak sekali hal baru yang bahkan tidak pernah saya dengar di dunia kampus dulu. Seakan ruangan pemeriksaan ini terasa begitu hidup, dengan fakta-fakta selama pemeriksaan.
Bayangkan saja, saya yang tidak pernah masuk ruang sidang, dapat merasakan langsung sedikit vibes pemeriksaan pelapor dan terlapor. Belum lagi pendapat-pendapat hukum dari Tim pemeriksa yang notabene sudah SH, MH bahkan Doktor.
Banyak ilmu dan pengetahuan baru yang bersifat praktisi saya dapat dengan gratis. Sebagai notulis dalam pemeriksaan seperti ini, saya seakan kembali ke bangku kuliah di sebuah Universitas ternama.
Dengan dosen-dosen teori dan praktisi sebagai pengajarnya. Ah,, kadang saya merasa Allah tu tau betul apa yang saya butuhkan. Si otak yang susah diajak teoritis ini, ternyata dihadirkan ruang kelas yang bersifat praktek begini.
Belajar Bisa Dimana saja
Dari sekian banyak yang telah saya jalani dalam bertugas, ternyata saya sampai pada satu kesimpulan, bahwa belajar bisa di mana saja. Melalui media apa saja, dan kesempatan yang ada.
Tergantung kita, melihat itu dari sisi mana. Jika melihat dari beratnya beban tugas semata, maka kita hanya akan terbebani tanpa belajar apapun.
Namun jika kita melihatnya dari sisi positif, bahwa banyak hal baru di tiap perjalanan tugas, maka kita akan merasa senang dan ringan. Tentu saja, bertambah ilmu bertambah juga peluang baik kita bukan?
Pada akhirnya, tidak ada batasan dalam belajar. Ilmu pengetahuan itu terlalu luas untuk di tonton saja. Selagi hayat di kandung badan, maka belajar adalah sebuah keharusan.
Semoga sedikit tulisan ini bermanfaat.

Tinggalkan komentar