Bahan Stainless Steel: Pilihan Alat Masak Sehat

alat masak stainless steel

Stainless Steel menjadi salah satu alternatif alat masak yang harganya cukup murah namun kualitasnya tidak murahan.

Ah, biasa mamak-mamak emang bahasannya ga jauh-jauh dari alat masak. Kali ini saya ingin berbagi cerita soal alat masak yang selama ini cuma kita tahu, yang penting tampilannya cakep tapi harganya terjangkau.

Baiklah, langsung saja kita bahas satu persatu soal alat masak yang seakan menjadi perhiasan perempuan kalau sudah masuk dapur berikut ini.

Bahaya Sejumlah Bahan Peralatan Dapur

Lazimnya, terdapat tiga jenis bahan dasar alat masak di dapur yang biasanya menjadi favorit para ibu-ibu selama bertahun-tahun lamanya. Diantaranya adalah enamel, teflon dan alumunium.

Lalu apa saja sih kekurangan dan kelebihan dari bahan dasar pembuat alat-alat ini? Mari kita kupas satu persatu.

Bahan Enamel

Enamel adalah lapisan kaca (porselen) yang melekat pada logam seperti besi tuang atau baja. Beberapa keunggulannya adalah sebagai berikut :

  1. Mudah dibersihkan dan tidak menyerap bau atau rasa.
  2. Tahan karat dan tidak bereaksi dengan makanan.
  3. Tahan panas tinggi dan bisa digunakan dalam oven.

Adapun Kekurangan bahan enamel terletak pada peluang retak atau mengelupas jika terbentur keras atau terkena perubahan suhu ekstrem, dan tentu saja tidak anti lengket seperti Teflon.

Bahan Teflon

Teflon adalah lapisan polytetrafluoroethylene (PTFE), sejenis plastik tahan panas yang memberikan efek antilengket. Adapun sejumlah Keunggulannya antara lain:

  • Mencegah makanan lengket tanpa perlu banyak minyak.
  • Mudah dibersihkan.
  • Cocok untuk memasak dengan suhu sedang.

Namun disamping kelebihannya, terdapat sejumlah kekurangan yang juga tidak baik bagi kesehatan seperti :

  1. Umur pakainya lebih pendek dibanding enamel atau stainless steel.
  2. Tidak tahan suhu sangat tinggi (di atas 260°C bisa mengeluarkan gas beracun).
  3. Bisa tergores dan mengelupas, sehingga partikel Teflon bisa masuk ke makanan.

Bahan Alumunium

Aluminium adalah logam yang ringan dan memiliki konduktivitas panas yang baik. Namun, beberapa panci aluminium memiliki risiko kesehatan tertentu. Adapun sejumlah risiko yang dimaksud adalah seperti :

  • Reaksi dengan Makanan Asam atau Bersifat Garam
    Aluminium yang tidak dilapisi dapat bereaksi dengan makanan asam (seperti tomat dan cuka) atau makanan yang mengandung garam tinggi, melepaskan partikel aluminium ke dalam makanan.
  • Potensi Risiko Kesehatan Jangka Panjang
    Konsumsi aluminium berlebihan ternyata dikaitkan dengan sejumlah gangguan kesehatan seperti gangguan saraf dan penyakit seperti Alzheimer, meskipun masih dalam perdebatan ilmiah.
  • Lapisan Anti Lengket Bisa Rusak (Jika Ada Lapisan Tambahan)
    Jika panci aluminium memiliki lapisan antilengket yang rusak, aluminium di bawahnya bisa terpapar dan masuk ke makanan.

Namun demikian, ada beberapa Cara Aman untuk Menggunakan Panci Aluminium diantaranya:

  • Gunakan panci aluminium anodized (oksidasi anodik) yang lebih stabil dan tahan terhadap reaksi kimia.
  • Hindari memasak makanan yang sangat asam atau asin dalam panci aluminium biasa.
  • Jangan menggosok panci dengan bahan abrasif yang bisa mengikis lapisannya.
  • Pilih panci aluminium dengan lapisan pelindung berkualitas baik.

Kalo menurut saya sih agak ribet juga, sehingga bagi saya pribadi saya lebih memilih skip jenis alat masak satu ini.

Memilih Alat Masak Berbahan Stainless Steel

Nah dari ketiga bahan-bahan tadi, sebagai ibu rumah tangga yang sudah kerap kali belanja dan gonta ganti alat masak dengan berbagai bahan, memang saya sangat anjurkan untuk menggunakan alat masak berbahan stainless steel ya.

Karena sangat mudah dibersihkan, dan rilis terhadap partikel yang akan mengganggu kesehatan juga lebih minim. Selain itu, meskipun beradu dengan sendok atau sutil besi, sampai saat ini tetap aman dan kinclong.

Alat masak stainless steel memiliki banyak kelebihan yang membuatnya populer di dapur rumah tangga maupun profesional. Berikut beberapa keunggulannya:

1. Tahan Karat dan Korosi

Stainless steel memiliki kandungan kromium yang membuatnya tahan terhadap karat dan korosi, sehingga lebih awet dibandingkan dengan bahan lain seperti besi atau aluminium.

2. Tahan Panas dan Tidak Bereaksi dengan Makanan

Bahan stainless steel tidak bereaksi dengan asam atau basa dalam makanan, sehingga tidak mempengaruhi rasa dan kandungan nutrisi makanan.

3. Kuat dan Tahan Lama

Stainless steel sangat tahan terhadap benturan, goresan, dan penyok, sehingga alat masak ini bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama.

4. Mudah Dibersihkan

Permukaannya yang halus dan tidak berpori membuat stainless steel mudah dibersihkan dan tidak menyerap bau atau warna dari makanan.

5. Tampilan Elegan dan Profesional

Alat masak stainless steel memiliki tampilan mengilap dan modern, sehingga memberikan kesan elegan dan sering digunakan di dapur profesional.

6. Aman Digunakan untuk Memasak di Suhu Tinggi

Stainless steel bisa digunakan di atas berbagai jenis kompor, termasuk kompor gas, listrik, dan induksi.

7. Ramah Lingkungan

Bahan stainless steel dapat didaur ulang, sehingga lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan beberapa bahan lainnya.

Namun, stainless steel juga memiliki beberapa kekurangan, seperti penghantaran panas yang kurang baik dibandingkan aluminium atau tembaga, sehingga beberapa peralatan masak stainless steel dilapisi dengan lapisan tembaga atau aluminium di bagian bawahnya.

Tapi, jika dibandingkan dengan kekurangannya yang hanya soal penghantaran panas, menurut saya itu sangat bisa diabaikan. Apalagi jika bicara kesehatan keluarga, tentu saya pribadi akan lebih memilih bahan stainless untuk memasak.

Eh, bunda yang kepo soal alat masak stainless steel yang murah tapi bagus, bisa cek di sini yuk.

ROSH Set Panci Masak Stainless Steel Dengan Steamer Sauce Pot Non-Magnetic ROS.

Hongzhuo Panci Kukus Steam Pot 2 Tingkat Full Stainless Steel 22cm Tutup Kaca

Hongzhuo Wajan Stainless 555 Tebal Kuali Premium dengan Pegangan Stainless Steel Kuali Besar Katel Anti Lengket

Tinggalkan komentar