Di lingkungan saya, masih banyak orang yang saya temui merasa berbagi ilmu itu akan merugikan mereka. Sangat terlihat dari bagaimana mereka menghindar ketika ditanya atau membantu menjelaskan sesuatu.
Padahal, bagi saya pribadi yang pernah menjalani metode sedekah ilmu ini, bisa saya katakan apa yang dikhawatirkan sebagian orang itu adalah salah besar.
Mereka khawatir, dengan berbagi ilmu akan kalah pintar. Khawatir bahwa dengan berbagi ilmu, omsetnya menurun dan penghasilan berkurang. Atau takut jika tak mampu bersaing secara sehat alias kompetitif di lingkungan kerja.
Ah, seandainya saja mereka tau semuanya itu halu alias kekhawatiran yang palsu.
Sedekah Ilmu Lewat Konsultasi Online Gratis

Dulu, sekitar tahun 2014 saat saya mencoba peruntungan membuka usaha di bidang konstruksi kolam renang dan water treatment. Setelah mendirikan CV dan kemudian mendesign situs resminya, meskipun gratisan.
Saat itu saya berfikir, jika ini untuk dunia, lalu bagaimana meraih untuk akhiratnya? Akhirnya saya temukan sesuatu yang selama ini sebenarnya sering saya lakukan. Yaitu berbagi ilmu melalui tulisan.
Zaman itu, ilmu tentang water treatment sangat mahal, tergolong mahal memang. Karena untuk 1x training saja bisa sampai 500rb biayanya. Maka berbekal kecintaan saya menulis dan situs resmi yang sudah saya design, langkah itupun saya eksekusi.
Saya mulai membagi ilmu tentang bagaimana sih cara merawat air kolam renang agar tidak boros dari penggunaan airnya, saya tuliskan jenis obat-obatan dan tata caranya, saya tuliskan juga kriteria konstruksi kolam renang itu seperti apa.
Tujuannya agar mereka, para pemilik kolam renang itu paham, bahwa air kolam renang itu seharusnya tidak sering-sering diganti, tapi dirawat sesuai kebutuhan airnya. Ibarat orang sakit, maka harus di diagnosa dulu baru diberi obatnya.
Tak lupa juga di tiap akhir tulisan saya cantumkan, konsultasi online gratis terkait perawatan kolam renang. Tentu saja via whatsapp suami saat itu, karena dialah yang menguasai teknis, dan saya digital marketingnya.
Sekitar 6 bulan berjalan, yang konsultasi online datang dari beberapa kota besar. Jakarta, Surabaya, Makasar, Papua, Sumatera, semuanya kami layani dan kami tutor gratis.
Alhasil, salah seorang yang kami tutor akhirnya naik jabatan menjadi seorang supervisior pool. Satunya di Makassar sampai bertanya kapan akan datang ke sana, mereka ingin menjamu.
Tak terbayang bagaimana senangnya kami ketika itu, ilmu yang sedikit bisa sangat bermanfaat bagi beberapa orang yang sangat membutuhkannya.
Baca juga : KONTEN SEPUTAR KOLAM RENANG DAN PERAWATANNYA
Teror Dari Rival Senior
Namun semua itu tidak berjalan semulus cerita tadi. Di sela-sela aktifitas kami melayani konsultasi online tentang perawatan air, ada saja yang memang merasa terganggu dengan itu.
Kenapa? Karena bagi mereka kami merusak pasar, kami membuat mereka bisa kehilangan penghasilan. Dan membuat bisnis training mereka jatuh.
Pernah suatu malam kami ditelpon langsung, dengan penuh kalimat marah-marah. Orang itu dari Surabaya, dengan penuh emosi dia bilang “Anda mau merusak pasar? Kami disini 1x pertemuan training aja 250rb., sekarang kok bisa anda pake gratis!”
Begitu kira-kira yang saya ingat. Ah, tapi kami cuma senyam-senyum saja. Rejeki sudah ada yang atur kok, kenapa jadi tugas kita ngatur-ngatur. Tugas kita cuma ikhtiar.
Konsultasi online gratis tetap berjalan, di sela-sela orderan yang mulai datang sedikit demi sedikit. Proyek yang kecil-kecil tapi mengajarkan banyak hal.
Cerita Sukses Yang Penuh Warna
Pada akhirnya apa yang disabdakan Rasulullah itu benar, sedekah itu tidak akan pernah merugikan. Malah akan dibayar berkali-kali lipat oleh Allah, baik di dunia maupun di akhirat.
Baca juga :Hilang 53 Juta Berganti Sepanjang Usia
Ternyata, melalui konsultasi online gratis itu, nama situs yang saya buat terus merangkak naik hingga halaman 1 google untuk beberapa keyword yang biasa dicari.
Selain itu, kepercayaan dari berbagai daerah tentang kemampuan kami pun mulai datang dalam bentuk orderan. Entah itu chemical maupun mesin pompa kolam.
Tak hanya itu, proyek kolam renang dan perawatannya yang berbentuk kontrak dengan sejumlah perusahaan pun mulai berdatangan. Bahkan ketika Gempa 2018 melanda Lombok-NTB, dimana hampir berbagai usaha kena imbasnya, usaha kami tetap berjalan.
Entah bagaimana, di tengah krisis yang melanda setiap orang, dapat beberapa proyek dan orderan sekaligus. Kami tak kekurangan sama sekali, bahkan beberapa orang dari luar negeri yang pernah kami tutor online pun mengirimkan bantuannya.
Alhamdulillah, Allahuakbar, tak pernah saya sangka balasannya begitu besar, berlipat-lipat. Hingga kini, usaha itu berjalan dan situs itu tetap saya kelola.
Kebaikan Sedekah Akan Kembali ke Pelakunya
Dari sini, saya tak pernah lagi sedikitpun ragu, bahwa kebaikan sedekah akan selalu kembali kepada pelakunya. Balasannya selalu manis sesuai waktunya.
Pernah beberapa orang yang bertanya pada saya “kenapa mbak senang sekali berbagi ilmu dan mengajari anak-anak baru” atau “kenapa memberitahu tanpa memasang tarif”.
Saya cuma jawab, itu spontan. Entah kenapa saya senang melihat orang lain bisa dan maju, apalagi setelah saya yang memberikan informasinya atau saya yang mengajari.
Kepuasan yang kadang tak bisa saya ungkapkan dan nilai dengan uang. Namun semua itu selalu dibalas dan kembali dengan kebaikan yang lain. Saya bisa kemana-mana dan disitu selalu ada teman yang siap menyambut, saya ditawari umrah gratis, ataupun ketika ingin jalan-jalan ditawari tiket.
Bahkan ada yang berpesan, “if you need something miss, please let me know. just tell me”. Begitu kata teman saya yang prancis dan Slovenia. Hanya modal berbagi ilmu saja, ga keluar duit.
Oleh sebab itu, bagi para pembaca budiman. Please yakinlah, jangan takut rejeki hilang, apalagi berkurang hanya karena sedekah ilmu. Sedekah justru membuat saya jadi belajar banyak hal dan kaya akan pengetahuan.
Ilmu pengetahuan saya terus bertambah, rejeki saya malah jadi mudah. Bahkan berimbas ke anak-anak saya juga, dimana saya jadi ibu yang sangat pintar dan mengetahui segalanya di mata mereka.
Bagi mereka saya adalah panutan. Bukankah itu kebanggaan yang setiap ibu inginkan? Menjadi yang dikagumi oleh para buah hatinya?
Semoga cerita saya kali ini bermanfaat bagi anda yang sedang membacanya.
*Mengatur rejeki itu tugas Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Jangan ikut-ikut ngatur, cukup kita atur ikhtiar kita dengan cara yang benar sesuai tuntunan ya.

Tinggalkan komentar